Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Model Brand Differentiation



Dalam persaingan dunia usaha sekarang yang semakin ketat banyak perusahaan yang harus dengan sangat terpaksa “Gulung Tikar” seperti contoh Seven Eleven (Sevel). Karena itu pihak managemen perusahaan harus dengan cerdas mengelola perusahaannya agar tidak mengalami nasib yang sama seperti beberapa perusahaan yang harus gulung tikar.

Persaingan ini semakin sulit terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi informasi. Teknologi informasi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan. Bagi perusahaan yang mampu beradaptasi di dunia digital maka akan dapat terus bertahan. Sementara itu perusahaan yang tidak mampu beradaptasi di dunia digital akan perlahan-lahan mengalami kemunduran.

Pengertian Diferensiasi (Differentiation)


Salah satu hal yang dibutuhkan agar tetap dapat bertahan adalah strategi marketing atau strategi pemasaran yang jitu sehingga perusahaan dapat terus bertahan. Ada banyak strategi yang dapat diterapkan untuk dapat terus bersaing, salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah Diferensiasi (Differentiation).

Diferensiasi dapat diartikan sebagai salah satu stategi yang diterapkan oleh sebuah perusahaan agar dapat memenangkan persaingan. Diferensiasi adalah membuat sebuah produk berupa barang atau jasa yang berbeda dengan barang atau jasa yang diproduksi oleh para pesaing.  Karena jika produk barang atau jasa yang kita hasilnya sama maka akan sulit unutk memenangkan persaingan sehingga merk (Brand) perusahaan dapat dikenal luas oleh konsumen. Jika produk yang kita hasilkan sama dengan pesaing maka brand perusahaan akan sulit untuk mendapatkan perhatian dari konsumen. Karena itu diperlukan Diferensiasi sebagai unsur yang membedakan dengan produk pesaing.

Sangat penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi kelemahan dan kekuatan dari kualitas produk sendiri dengan pesaing. Karena itu sangat penting untuk memiliki pemahaan yang menyeluruh tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan guna menciptakan sebuah model diferensiasi dan kompetensi agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan.

Ada dua model yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebuah perusahaaan untuk dapat menjalankan strategi brand diferensiasi (Brand differentiation).



Model Ansoff Matrix
Credit Image @theconsultingclub



1.Model Ansoff Matrix


Menurut Ansoff (1957) diperlukan sebuah pemahaman keempat arah untuk mengembangkan sebuah produk atau layanan.

Dengan menerapkan matrik diatas maka perusahaan dapat mengidentifikasi dimana peluang dapat diterapkan dalam keempat elemen utama.


  1. Penetrasi Pasar: Hal yang diperhatikan adalah bagaimana strategi perusahaan untuk dapat meningkatkan penjualan kepada customer/pelanggan dengan cara mengembakan strategi penualan, mengembakan loyalitas pelanggan, menawarkan promo, berusaha menaikan sales (penjualan).
  2. Pengembangan Pasar: Hal yang harus diperhatikan perusahaan adalah bagaimana caranya agar dapat mengembakan cabang di tempat baru, membuka cabang distribusi baru serta menciptakan segment pasar yang baru.
  3. Produk dan Pengembangan: Hal yang perlu dipertimbankan adalah cara perusahaan yang lebih murah dan lebih efektif untuk bekerja dengan produsen, pemasok, atau pendekatan lain yang berbeda untuk melayani para pelanggan. Serta mengembangkan varisi baru dari penawaran yang selama ini dijalankan.
  4. Diversifikasi: Strategi yang dijalankan adalah bagaimana menjual produk baru agar mendapatkan pelanggan baru sehingga dengan demikian perusahaan secara tidak langsung dapat mengetahui selera pasar. Hal ini akan sangat berguna dalam mengembangkan produk selanjutnya.



2. Model DRIP


DRIP merupakan singkatan dari Differentiate, Reinforce, Inform and Persuade. Hal ini dimana perusahaan sepenuhnya menggunakan Strategi komunikasi marketing untuk mengembakan Brand atau merk dagang perusahaan. Hal ini bertujuan agar membedakannya dengan para pesaing serta membuat konsumen semakin lebih mengenal brand perusahaan dibandingkan brand pesaing. Kerangka Model DRIP ini juga bertujuan sebagai Brand Differentiation dengan para pesaing.

Empat kerangka DRIP ini berfokus pada

  1. Diferensiasi (Differentiate): Dimana dan bagaimana posisi brand atau merk ada di mata konsumen, apa perbedaan utama brand perusahaan dengan para pesaing serta bagaimana memfokuskan posisi brand di mata konsumen.
  2. Memperkuat (Reinforce): Setelah mengidentifikasikan titik perbedaan dengan para pesaing selanjutnya strategi marketing pemasaran untuk memperkuat titik perbedaan dari produk perusahaan ini sebagai sesuatu yang unik yang tidak dimiliki oleh para pesaing. Hal ini akan menambah nilai jual lebih di mata konsumen.
  3. Menginformasikan (Inform): Setelah memperkuat titik perbedaan dengan para pesaing maka perusahaan kemudian menyediakan taktik komunikasi yang bertujuan untuk mendorong ketertarikan konsumen.
  4. Meyakinkan (Persuade): Mendorong konsumen untuk ikut terlibat mencoba produk barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal ini harus dilakukan dengan intens dan persuasif.